Minggu, 11 Desember 2011

AL-MASIH DAJJAL




Dajal (bahasa Arab: الدّجّال al-dajjāl) adalah seorang tokoh kafir yang jahat dalam Eskatologi Islam, ia akan muncul menjelang Kiamat. Dajjal pembawa fitnah di akhir zaman, menurut Al-hadits, Nabi Muhammad SAW bersabda: “"Sejak Allah swt menciptakan Nabi Adam a.s. sampai ke hari kiamat nanti, tidak ada satu ujian pun yang lebih dahsyat daripada Dajjal"[1]

Dajal tidak disebut dalam Al Quran, tetapi terdapat dalam hadis dan Sunah yang menguraikan sifat-sifat Dajal. Berdasarkan kepercayaan yang telah umum dalam kalangan muslim, karakteristik ad-Dajjal adalah sebagai berikut:

Dajal memiliki cacat fisik berupa mata kiri yang buta, dan mata kanan yang dapat melihat tetapi berwarna gelap (hitam). Dalam beberapa hadis menjelaskan ia hanya memiliki sebuah mata. Ia akan menunggangi keledai putih yang satu langkahnya sama dengan satu mil jaraknya. Keledai tersebut memakan api dan menghembus asap, dapat terbang di atas daratan dan menyeberangi lautan.
Dajal seorang pemuda posturnya gemuk, kulitnya kemerah-merahan, berambut keriting, matanya sebelah kanan buta, dan matanya itu seperti buah anggur yang masak’ (tak bersinar), serupa dengan Abdul Uzza bin Qathan (lelaki Quraisy dari Khuza’ah yang hidup di zaman Jahiliyah).[2]
Dia akan menipu para umat muslim dengan mengajari mereka tentang surga, tapi ajaran tersebut adalah sebaliknya (Neraka).
Huruf Arab Kaf Faa Raa (kafir, bermakna kufur) akan muncul pada dahinya dan akan mudah dilihat oleh orang muslim yang bisa membaca maupun yang buta huruf.
Dia dapat melihat dan mendengar di banyak tempat pada waktu bersamaan.
Dia mempunyai keahlian untuk menipu manusia.
Dia akan coba meletakkan manusia pada tingkatan Tuhan.
Dia akan menyatakan dirinya adalah Tuhan dan akan menipu manusia dalam berpikir. Ia mengatakan bahwa ia telah bangun dari kematian. Salah satu orang penting akan ia bunuh dan kemudian ia akan menghidupkannya. Sesudah itu Allah akan menghidupkan apa yang ia bunuh tersebut, setelah itu ia tidak memiliki kekuatan ini lagi. Berdasarkan sumber lain tentang akhirat yang ditulis Anwar al-Awlaki), seorang lelaki beriman akan datang dari Madinah terus ke Dajjal, berdiri pada atas Uhud, dan dengan beraninya mengatakan bahwa Dajjal adalah Dajjal. Kemudian ia akan bertanya, "Apakah kamu percaya bahwa aku adalah Tuhan jika aku membunuhmu dan kemudian menghidupkan kamu?" Lalu Dajjal membunuh lelaki beriman tersebut, setelah itu menghidupkannya kembali, namun lelaki itu akan berkata bahwa dia semakin tidak percaya bahwa Dajjal adalah Tuhan.
Siapa saja yang menolak dan tidak percaya dengannya, mereka akan menderita kemarau dan kelaparan. Siapa saja yang menerimanya akan hidup dalam kehidupan senang.
Sebagian besar ajaran Islam mempercayai bahwa ia muncul di Kota Isfahan
Dia tidak bisa memasuki Makkah atau Madinah karena dijaga para malaikat.
Imam Mahdi akan melawannya atas nama Islam.
Dia akan dibunuh oleh Nabi Isa dekat pintu gerbang Lud yang merupakan wilayah Israel saat ini.


Dajal adalah kata Arab yang lazim digunakan untuk istilah "nabi palsu". Namun istilah Ad-Dajjal, merujuk pada sosok "Penyamar" atau "Pembohong" yang muncul menjelang kiamat. Istilahnya adalah Al-Masih Ad-Dajjal (Bahasa Arab untuk "Al Masih Palsu") adalah terjemahan dari istilah Syria Meshiha Deghala yang telah menjadi kosa kata umum dari Timur Tengah selama lebih dari 400 tahun sebelum Al-Quran diturunkan.

Dinamakannya Dajjal dengan Al-Masih karena salah satu matanya hilang, atau dikarenakan ia melewati bumi selama 40 hari. – An-Nihayah fi gharib Al-Hadist, 4/327.

Menurut Syaikh Mahmud Al-Mishri, pendapat pertamalah yang lebih kuat, karena dalam hadist disebutkan “Sesungguhnya Dajjal tertutup salah satu matanya”. – HR.Muslim, 18/61, Kitab Al-Fitun wa Asyrath As-Sa’ah.

Nabi Isa dinamakan Isa Al-Masih AlaihisSalaam adalah ia dapat mengusap orang sakit hingga menjadi sembuh, atau menghidupkan orang mati dengan ijin Allah Jalla wa Ala.

Sedangkan Dajjal dinamakan Al-Masih Dajjal adalah ia telah menutupi kebenaran dengan kebatilan, atau ia telah menutupi kekafirannya dihadapan manusia dengan kebohongan dan kepura-puraannya, atau juga ia menutupi (suatu perkara kecacadannya sebagai tuhan) dengan (mempunyai) pasukan pendukungnya yang banyak. Wallahu A’lam. – Lisan Al-Arab, 11/237.


Walaupun sama-sama berjuluk AL-MASIH, dapat dilihat perbedaannya pada penempatan julukan AL-MASIH itu. Isa AlaihisSalaam berjuluk ISA AL-MASIH ALAIHISSALAM, sedang Dajjal berjuluk AL-MASIH DAJJAL.


** DAJJAL KECIL DAN DAJJAL BESAR

Dajjal kecil dan Dajjal besar ini hanyalah sebuah istilah yang digunakan dalam berita-berita akan munculnya para pendusta sebagai pendahuluan menjelang munculnya Dajjal Pamungkas, yaitu Dajjal Terbesar. Semoga Allah memburukkan mereka semua.

HR.Riwayat Muslim dari Jabir bin Samurah, dia berkata, saya telah mendengar Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya menjelang datangnya kiamat muncul para pendusta”.

HR. Riwayat Imam Ahmad dari Jabir pula, bahwa dirinya mendengar Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya menjelang datangnya Kiamat akan muncul para pendusta, antara lain seorang pendusta dari Yamamah, pendusta dari Shan’a, yaitu Al-‘Absi, pendusta dari Himyar, dan Dajjal. Dajjal inilah yang menimbulkan bencana besar”.

HR. Riwayat Shahih Al-Bukhari dari Abu Hurairah RA, Rasulullah bersabda, “Kiamat takkan terjadi sebelum dibangkitkannya para dajjal, yakni para pendusta (yang jumlahnya) hampir 30 orang. Masing-masing mengaku dirinya utusan Allah...”. Al-Bukhari,92,Kitab Al-Fitan no.7121, dan HR.Riwayat Muslim, 52, kitab Al-Fitan, 18, Bab La Taqumus Sa’atu Hatta Yamurra no.157.

HR. Riwayat Muslim dari Tsauban, Rasulullah bersabda, “Dan sesungguhnya akan muncul dikalangan umatku 30 orang pendusta, masing-masing mengaku dirinya nabi, padahal aku adalah penutup para nabi, tidak ada lagi nabi sesudahku...”.

HR. Riwayat Muslim dari Abdullah bin Umar bin Khatthab yang pernah menyertai rombongan Rasulullah dalam mencari Ibnu Shayyad dengan hadist yang panjang mengenai Ibnu Shayyad. [1]

Abdullah bin Umar berkata, “...Maka berdirilah RAsulullah ditengah para sahabatnya, lalu memuji Allah dengan puji-pujian yang patut dipanjatkan kepada-NYA, kemudian beliau bercerita tentang Dajjal, beliau bersabda, “Sesungguhnya aku benar-benar memperingatkan kamu sekalian terhadap Dajjal. Tidak ada seorang Nabi pun kecuali telah benar-benar memperingatkan kaumnya masing-masing (mengenai Dajjal). Sesungguhnya Nabi Nuh pun telah memperingatkan kaumnya. Tetapi aku katakan kepadamu sekalian suatu perkataan mengenai dia, yang tak pernah diucapkan oleh seorang Nabi pun kepada kaumnya, ‘Ketahuilah, bahwa Dajjal itu picak. Dan sesungguhnya Allah itu tidak picak”.

Baik Syaikh Mahmud Al-Mishri maupun Ibnu Katsir sama-sama menuturkan, bahwa Cerita mengenai Ibnu Shayyad ini banyak membingungkan para sahabat, sehingga bermacam-macam perbedaan pendapat terjadi dikalangan para sahabat Rasulullah dan berkelanjutan sampai kepada perselisihan para Ulama-ulama. Sedang Rasulullah sendiri tidak pernah menerima wahyu yang memberitahukan bahwa Ibnu Shayyad itu adalah Dajjal, yang beliau terima adalah ciri-ciri dan sifat-sifat saja, sedangkan pada diri Ibnu Shayyad terdapat ciri-ciri yang memungkinkan, sehingga Rasulullah berkehendak untuk mengujinya, namun setiap kalinya diuji, ia (Ibnu Shayyad) selalu mengatakan sesuatu yang rancu atau membingungkan, sehingga Rasulullah berhenti mengujinya. Karena itulah Rasulullah tidak memastikan bahwa Ibnu Shayyad itu Dajjal atau yang lainnya. Dan masing-masing sahabat mengemukakan pendapatnya sendiri-sendiri.

Ibnu Shayyad ini dahulunya adalah seorang Yahudi yang lahir dan tinggal di Madinah, yang pada masa Rasulullah, ia diyakini banyak orang sebagai dajjal, karena ia mempunyai kemampuan seperti seorang paranormal yang sangat hebat. Bahkan Rasulullah sendiri pernah diam-diam memperdaya Ibnu Shayyad ketika ia sedang tidur untuk mencari hakekat tentang dirinya dan ingin mendengar apa yang hendak dikatakannya secara langsung dari mulut Ibnu Shayyad ketika ia sedang tidur itu (berkenaan dengan apakah benar ia itu seorang Dajjal), namun ternyata ibu Ibnu Shayyad telah memergoki Rasulullah yang bersembunyi dibalik pohon dan membangunkan anaknya sehingga Ibnu Shayyad terbangun dan melompat lari, sehingga Rasulullah bersabda, “Seandainya dia dibiarkan oleh ibunya, tentu ia akan berterus terang dan perkara menjadi jelas”.

Tetapi dikemudian hari Ibnu Shayyad ini masuk Islam, berkeluarga dan punya anak. Ia bukanlah Dajjal besar ataupun dajjal kecil, apalagi Dajjal Pamungkas (Dajjal yang terbesar). Ada sebuah hadist shahih yang meriwayatkan secara panjang bahwa Ibnu Shayyad pernah menemani Abu Sa’id di suatu tempat antara Mekah dan Madinah (ketika mereka selesai berhaji), Waktu itu ia bersungut-sungut kepada Sa’id, karena orang-orang mengatakan dirinya adalah Dajjal.

Maka katanya kepada Abu Sa’id, “Bukankah Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam pernah mengatakan, bahwa Dajjal itu tidak bisa masuk ke Madinah, padahal saya dilahirkan di kota itu. Dan bahwa Dajjal itu tidak punya anak, padahal saya punya anak. Dan bahwa Dajjal itu kafir, padahal saya benar-benar telah masuk Islam?”

Kemudian kata Ibnu Shayyad lagi, “Namun demikian, saya memang orang yang paling kenal dengan Dajjal, dan paling tahu dimana tempatnya. Dan andaikan saya ditawari untuk menjadi dia, maka saya tidak akan senang”). – HR.Muslim no.2927, 90-91, Kitab Al-Fitan.

** CIRI-CIRI DAN SIFAT-SIFAT DAJJAL

Dajjal adalah seorang laki-laki dari keturunan Adam, sifat-sifatnya diberitahukan oleh orang yang paling jujur, yaitu Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam agar seluruh umat mengenalinya dan menghindar dari kejahatannya, sampai apabila – suatu saat – ia keluar, kaum muslimin dapat mengenalinya dan tidak terpedaya olehnya.

Sifat-sifat Dajjal ini memiliki perbedaan dengan manusia pada umumnya, sehingga manusia tidak akan tertipu kecuali orang bodoh yang telah didahului dengan kesengsaraan. Kita memohon perlindungan kepada Allah.

Menurut HR. Al-Bukhari, 13/90, kitab Al-Fitnah, Kitab Al-Fitan; HR.Muslim, 2/237, kitab Al-Iman, 18/59, Kitab Al-Fitan; HR.Abu Daud dan Al-Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud, 3630, Diantara sifat-sifat yang dimiliki Dajjal adalah :

- Seorang lelaki, muda, berkulit merah, pendek, berkaki bengkok, rambut keriting dan lebat, kening menonjol, pundak lebar dan membungkuk, mata kanannya tertutup, dan penglihatannya tidak jelas, rongganyapun tidak cekung, seakan-akan matanya itu seperti anggur yang membusuk. – Tartib Al-Qamus,4/318 dan Aun Al-MA’bud,11/444, Al-Arab,4/118; - HR.Ahmad,15/28, Shahih;

- Pada Mata kirinya terdapat daging besar yang tumbuh didalam pojok matanya. – AN-Nihayah fi Gharib Al-Hadist,4/289

- Diantara kedua matanya terdapat huruf KAF, FA, RA (dengan huruf yang terputus), atau dibaca KAFIR (bila huruf2 itu disambung). Tulisan ini dapat dibaca oleh setiap muslim, baik yang mengenal tulisan ataupun tidak. – HR.Muslim,18/60, 18/59, Kitab Al-Fitan, 18/61; - HR.Al-Bukhari,13/91, Kitab Al-Fitan.

- Termasuk sifatnya adalah ia mandul (tidak bisa memiliki anak) ”. – HR. Muslim, 4/2242.

An-Nawawi berkata, “Pendapat yang benar dan dipegang oleh para pentahqiq adalah bahwa tulisan KA FA RA (KAFIR) ini tampak secara nyata, dan merupakan tulisan yang hakiki. Allah menjadikannya sebagai salah satu ciri dan tanda dari sekian tanda-tanda yang memastikan kekafiran, kesalahan dan kebohongannya. Allah memperlihatkannya bagi setiap muslim, baik yang dapat menulis ataupun tidak – (tulisan ini dapat dilihat oleh setiap muslim secara kasat mata, meskipun ia sebenarnya tidak mengenal tulis menulis. Tetapi tulisan itu tidak dapat dilihat oleh orang kafir meskipun ia mengenal tulis menulis. Maka Allah menciptakan bagi orang mukmin pengetahuan tanpa belajar terlebih dahulu, karena pada zaman itu nanti (jaman Dajjal) memang banyak muncul kejadian-kejadian yang luar biasa. – Fath Al-Bari, 13/100) – , dan menyamarkannya bagi orang yang dikehendaki kesengsaraannya dan ujian (fitnah) baginya, dan tidak ada sesuatu yang menghalangi hal itu”. – HR.Muslim, 18/60.

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam telah memfokuskan kepada kondisi Dajjal yang hanya bermata satu, seperti tampak pada sabda beliau, “Kondisinya yang bermata satu menjadi bekas yang dapat diindera dan diketahui oleh orang yang berilmu atau orang yang tidak berilmu, bahkan orang yang tidak mengambil petunjuk dari dalil-dalil akal”. – Fath Al-Bari, 13/96.

Maksudnya adalah bahwa seandainya benar ia adalah tuhan, niscaya akan hilang kekurangan yang ada dalam dirinya. Jadi, dengan masih adanya kekurangan tersebut, cukup menjadi bukti bahwa dia adalah makhluk yang penuh dengan keterpaksaan, dan tidak mampu menghindarkan diri dari kekurangan-kekurangannya.

Dan bahkan seandainya Dajjal hanya mempunyai 1 kekurangan saja yaitu picak matanya, itu juga merupakan bukti yang nyata bagi setiap orang, baik yang berilmu maupun yang tidak berilmu, baik yang mengetahui petunjuk dan dalil-dalil maupun yang tidak, bahwa hanya dengan mempunyai 1 kekurangan yaitu mata yang picak itupun maka ia sebagai tuhan (seperti pengakuannya) tetap tidak dapat menghilangkan cacad yang ada pada dirinya itu.

HR. Imam Muslim dari Anas, bahwa Rasulullah bersabda, “Tidak ada seorang Nabi pun kecuali telah benar-benar memperingatkan umatnya mengenai si Picak pendusta itu. Ketahuilah, sesungguhnya Dajjal itu picak matanya, sedang Tuhan-mu benar-benar tidak picak. Diantara kedua mata si picak itu tertulis “KAFIR”.

HR. Riwayat Muslim dari Anas bin Malik RA, dia berkata, Rasulullah bersabda, “Dajjal itu terhapus sebelah matanya. Diantara kedua matanya tertulis “K A F I R” – (Rasulullah mengeja kata kafir itu) – dan Tulisan itu dapat dibaca oleh setiap muslim”.

Fitnah Al-Masih Dajjal merupakan fitnah terbesar sejak Allah menciptakan Adam AlaihisSalaam hingga datangnya Hari Kiamat. Hal itu disebabkan, Allah tidak menciptakan keanehan-keanehan besar sepanjang umur dunia, yang mencengangkan akal dan membingungkan orang-orang yang berfikir, kecuali pada jaman Dajjal.

Rasulullah bersabda, “Tidaklah ada antara penciptaan Adam hingga Hari Kiamat suatu ciptaan (perkara) yang lebih besar daripada Dajjal”. – HR.Muslim, 2946, kitab Al-Fitan wa Asyrath As-Sa’ah.

SURGA DAN NERAKA DAJJAL

Sebagaimana Allah memiliki Surga dan Neraka, maka Dajjal (sebagai pendusta yang mengaku-ngaku sebagai tuhan) juga memiliki sesuatu yang menyerupai surga dan neraka. Namun tentu saja surga dan neraka nya ini adalah surga dan neraka “ala / versi Dajjal”.

HR. Riwayat Muslim dari Hudzaifah, dia berkata, Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya aku lebih tahu tentang apa yang akan dimiliki Dajjal daripada dia sendiri. Dia akan memiliki dua buah sungai yang mengalir. Salah satunya tampak dalam pandangan mata sebagai air putih. Sedang yang lain tampak dalam pandangan mata sebagai api yang berkobar-kobar. Jika seorang dari kamu sekalian mengalami, maka datanglah ke sungai yang tampaknya sebagai api, lalu pejamkan mata, sesudah itu tundukkan kepala, lalu minumlah, karena (apa yang tampak sebagai api itu) sebenarnya air sejuk. Dan sesungguhnya Dajjal itu terhapus sebelah matanya. Pada mata yang terhapus (picak) itu ada selaput tebal. Tertulis diantara kedua matanya “KAFIR” dan itu bisa dibaca oleh setiap mukmin, baik yang pandai menulis ataupun yang tidak”. [1]

Rasulullah bersabda, “Bersamanya (Dajjal) surga dan neraka, sesungguhnya surganya itu adalah neraka, dan nerakanya itu adalah surga.” – HR.Muslim, 2934, kitab Al-Fitan.

Dalam shahih Al-Bukhari dan Muslim, dari Hudzaifah, dari Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam, beliau bersabda, “Ia akan membawa air dan api, namun apinya itu adalah air dingin, dan airnya itu adalah api yang berkobar-kobar. Maka janganlah hal itu menghancurkan kalian”.

- Surga dan Neraka Dajjal ini berada dikedua tepak tangannya. Pada tangan yang satu adalah surganya yang tampak bagaikan neraka, yaitu berupa air sungai yang kelihatan seperti api yang berkobar-kobar, padahal sebenarnya ia sebenarnya adalah sebuah air sungai yang sejuk.

- Ditangannya yang lain pula adalah nerakanya yang tampak bagaikan surga, yaitu sebuah sungai pula yang kelihatan serupa air putih yang sangat sejuk, padahal sebenarnya ia adalah api yang menyala-nyala.

- Dajjal membuat silap pandangan mata semua orang untuk memfitnah. Orang-orang akan banyak memilih sungai yang tampak seperti air putih yang ada ditangan kanannya, karena mereka mengira bila mereka memilih dan masuk ke sungai yang tampak penuh kobaran api itu, maka mereka akan terbakar. Padahal semua itu hanyalah merupakan tipuan Dajjal belaka. Dengan tertipunya orang-orang, maka mereka akan menjadi pengikut Dajjal.

- Rasulullah memperingatkan, apabila salah seorang dari umatnya menemui jaman ini, dan Dajjal memperlihatkan surga dan nerakanya, dan menyuruh orang-orang untuk memilih, maka datang lah (pilih lah) pada tangan kirinyanya yang membawa sungai dengan kobaran api itu, lalu pejamkan mata, tundukkan kepala dan masuklah kedalamnya dan minumlah airnya, karena sesungguhnya didalam kobaran api itu, yang sebenarnya adalah benar-benar air yang sejuk.

- Sedangkan pada tangan kanannya, yang tampak bagaikan air putih, apabila masuk kedalamnya, mereka akan menemui kobaran api yang menyala-nyala.

Dari Hudzaifah, bahwa Rasulullah bersabda, “Sungguh saya mengetahui apa yang dibawa oleh Dajjal, bersamanya dua sungai yang mengalir, salah satunya mata air dengan air putih, dan lainnya mata air dengan api yang menyala. Jika seseorang mengetahui hakekat yang sesungguhnya, maka ia akan mendatangi yang dilihatnya sebagai api yang menyala itu, maka ia pun masuk, lalu kepalanya mengangguk-angguk dan meminumnya, karena sesungguhnya itu adalah air dingin.”. – HR.Muslim, 2934, Kitab Al-Fitan.

Dari Hudzaifah pula, bahwa Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya Dajjal akan keluar, dengan membawa air dan api. Adapun yang dilihat manusia sebagai air itu sebenarnya adalah api yang membakar, sedangkan yang dilihat manusia sebagai api sesungguhnya adalah air dingin yang tawar. Jika kalian mengetahui hal itu, maka masukilah yang kalian lihat sebagai api, karena api itu sesungguhnya adalah air tawar yang baik”. – HR.Muslim, 2935, Kitab Al-Fitan.

** JALAN KESELAMATAN DARI FITNAH DAJJAL

Rasulullah mengajarkan kepada umatnya bagaimana cara menyelamatkan diri dari fitnah Dajjal ini.

1. Hal ini diajarkan dalam hadist-hadist shahih yang diriwayatkan tidak hanya dari satu jalur sanad saja, bahwa Rasulullah senantiasa meminta perlindungan dari fitnah Dajjal dalam sahalatnya, beliau menyuruh umatnya melakukan hal yang sama, yaitu dengan do’a : “Allahuma inni audzubika min azabi jahannam, wa min azabi qobri, wa min finnati mahya wa mammat, wa min syaril masihid Dajjal” yang artinya = “Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari siksa jahannam, dan dari siksa kubur, dan dari fitnah kehidupan dan kematian, dan dari fitnah Dajjal”. Do’a ini diucapkan pada saat shalat rakaat terakhir, setelah Attahiyat...(membaca dua kalimah syahadat) sebelum salam.

2. Rasulullah bersabda, “Diantara fitnahnya adalah, bersamanya surga dan neraka, nerakanya adalah surga, dan surganya adalah neraka. Maka barangsiapa yang diuji dalam nerakanya, mohonlah pertolongan Allah, dan bacalah permulaan surah Al-Kahfi (dalam hadist lain surah Al-Kahfi ayat 1-10)”. – HR. Ibnu Majah dan Al-Hakim, Al-Albani, shahih, Shahih Al-Jami’, 7875. –Dan HR. Riwayat Abu Daud dari Abu Darda’, Rasulullah bersabda, “Barangsiapa menghafal 10 ayat (pertama) dari surah Al-Kahfi, maka dia akan terpelihara dari fitnah Dajjal”.

3. Tinggal di Makkah atau Madinah.

- HR.Riwayat Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah RA, Rasulullah bersabda, “Dimulut-mulut jalan kota Madinah ada malaikat-malaikat, (sehingga kota ini tidak akan dimasuki wabah penyakit Dajjal”. HR.Al-Bukhari 4/82; Muslim 1/389 dari Malik; Riwayat Ahmad no.7233, Ibnu Katsir dalam Jami’Al-Masanid 7/19.

- HR.Riwayat Al-Bukhari, bahwa Rasulullah bersabda, “Madinah tak kan dimasuki rasa takut terhadap si picak Dajjal (karena) pada waktu itu kota ini memiliki 7 pintu, dan masing-masing pintu dijaga 2 malaikat”. – HR. Al-Bukhari 4/82; Muslim 1/389 dari Malik; Riwayat Ahmad no.7233, Ibnu Katsir dalam Jami’Al-Masanid 7/19.

- HR.Riwayat At-Tirmidzi dari Anas, Rasulullah bersabda, “Dajjal akan datang ke Madinah ini, tetapi ia dapati kota ini dijaga para Malaikat. Oleh karena itu – insya Allah – kota ini takkan dimasuki wabah penyakit maupun Dajjal”.

- Hal itu tak lain karena kemuliaan kota tersebut. Keduanya merupakan tanah haram yang aman dari gangguan Dajjal. Ia hanya bisa datang diwilayah yang tidak subur dekat Madinah. Di kala itu (kala Dajjal datang), maka bergoncanglah kota Madinah 3 kali, Maka keluarlah (disebabkan oleh goncangan itu – maka dikeluarkanlah oleh bumi) siapapun yang berhati munafik, laki-laki dan perempuan. Sehingga kota Madinah pada waktu itu bersih dari segala kotoran. – Ibnu Katsir, 118.




** FITNAH-FITNAH DAJJAL :

1. CEPAT BERPINDAH ANTARA SATU KOTA DENGAN KOTA LAINNYA

Diantara fitnah Dajjal adalah ia berjalan-jalan antara satu negara dengan negara lainnya scara sangat cepat.

HR.Riwayat Muslim, bahwa Seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, “Wahai Rasulullah, bagaimana cepatnya Dajjal berjalan di bumi?”

Rasul menjawab, “Seperti hujan yang diiringi dengan angin kencang”. Karena itu, ia akan memasuki setiap negara dibumi kecuali Makkah dan Madinah.

2. LANGIT DAN BUMI MENURUTI PERINTAHNYA

Termasuk fitnah Dajjal adalah ia akan memerintahkan langit sehingga langit akan menurunkan hujan, memerintah bumi sehingga tumbuhlah tanaman, memanggil binatang ternak sehingga akan mengikutinya, dan memerintahkan reruntuhan untuk mengeluarkan harta karunnya yang terkubur sehingga permintaannya itu terkabul.

Rasulullah bersabda, “Ia akan mendatangi suatu kaum dan mengajak mereka untuk mengikutinya, beriman kepadanya, dan mereka pun menerima ajakannya itu. (sehingga sepeninggalnya, kaum itu hidup makmur), Ia memerintahkan langit sehingga turun hujan, dan memerintahkan bumi sehingga muncul tanam-tanaman, dan memerintahkan binatang ternak mereka untuk pergi ke penggembalaan mencari makanan, sehingga binatang ternak itu menghasilkan banyak susu. Kemudian ia memerintahkan kepada reruntuhan, ‘Keluarkanlah harta simpananmu’, maka simpanan itupun mengikutinya bagaikan sekumpulan lebah (maksudnya Harta-harta itupun bermunculan setiap kali ia perintahkan untuk keluar).

Kemudian dia pergi kepada suatu kaum lainnya, dan mengajak mereka untuk mengikutinya, tetapi mereka menolaknya, maka ia pun pergi meninggalkan mereka, dan sepeninggalnya, kaum itu terlanda kelaparan dan kekeringan sehingga menderita”. – HR. Riwayat Muslim, 2137, Kitab Al-Fitan.

3. DIA LEBIH HINA DIHADAPAN ALLAH DARIPADA FITNAH YANG DILAKUKANNYA

Dari Al-Mughirah bin Syu’bah, saya bertanya, “Wahai Rasulullah, orang-orang mengatakan bahwa Dajjal akan membawa gunung-gunung yang terbuat dari roti dan daging, serta sungai yang penuh dengan air”.

Rasulullah menjawab, “Apakah yang membahayakan kamu? Dia takkan membahayakan kamu. Dia lebih hina dihadapan Allah daripada semua itu”. – HR. Muslim, 2939, Kitab Al-Fitan

Imam An-Nawwawi berkata, “Qadhi berkata : Maksud dari ungkapan Rasulullah itu adalah bahwa Dajjal lebih hina dihadapan Allah daripada menjadikan apa yang telah diciptakan oleh Allah itu ditundukkan oleh tangan Dajjal, karena ingin menyesatkan kaum muslimin dan menumbuhkan keraguan dihati mereka. Tetapi fitnah Dajjal itu dimaksudkan (oleh Allah) agar orang-orang yang beriman semakin bertambah keimanannya, dan memperkokon hujjah dihadapan kaum kafir dan munafik. – Muslim bi Syarh An-Nawwawi, 18/98-99.

Tidak akan ada dalam alam semesta ini kecuali apa-apa yang telah ditetapkan oleh Allah Azza wa Jalla. Apapun yang dikehendaki oleh Allah pasti terjadi, sedangkan yang tidak dikehendaki oleh Allah tidak akan terjadi. Sehingga, meskipun Dajjal mampu menciptakan segala kemungkinan-kemungkinan ini, namun sebenarnya ia tidak mampu melakukan sesuatu selain apa yang telah ditetapkan oleh Allah. Karena itu Nabi memberi komentar, “Dia lebih hina dihadapan Allah dari semua itu”.

Artinya, ia tidak akan mampu menghukumi sesuatu dalam kapasitasnya sebagai hamba, namun dia hanyalah fitnah yang pasti akan berlalu.


4. DAJJAL MEMINTA TOLONG KEPADA SETAN-SETAN

Rasulullah bersabda, “Diantara fitnah Dajjal adalah ia akan berkata kepada seorang Badui, ‘Bagaimana pendapatmu jika saya membangkitkan kembali ayah dan ibumu yang telah mati, apakah engkau akan bersaksi bahwa saya adalah tuhanmu?’

Badui itu berkata, ‘Ya’.

Lalu dua orang setan berubah wujud menyerupai ayah dan ibunya, keduanya kemudian berkata, ‘Wahai anakku, ikutilah dia, karena dia adalah tuhanmu’.

(Maka ikutlah Badui itu kepadanya (kepada Dajjal))”. – HR. Ibnu Majah dan Al-Hakim, Al-Albani, Shahih Al-Jami’, 7875.

5. MEMBUNUH SEORANG LELAKI KEMUDIAN MENGHIDUPKANNYA KEMBALI (DENGAN IZIN ALLAH)

(1) Dari Abu Sa’id Al-Khudri RA berkata, suatu hari Rasulullah menyampaikan kepada kami pembahasan panjang mengenai Dajjal. Diantaranya yang disampaikan kepada kami adalah :

“Dia datang, diharamkan baginya untuk memasuki gerbang Madinah, pada akhirnya ia menuju ke sebagian tanah tandus didekat Madinah. Pada saat (ia sedang menyeru kepada orang-orang yang datang kepadanya) itu, seorang lelaki yang paling baik keluar menemuinya, seraya berkata, “Saya yakin engkau adalah Dajjal yang pernah dibicarakan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam”.

Dajjal menjawab dengan berkata kepada orang-orang, “Bagaimana pendapatmu (hai orang-orang) jika saya membunuh orang ini kemudian menghidupkannya kembali, apakah engkau masih meragukan (ketuhananku)??”

Orang-orang menjawab, “Tidak”.

Dajjal pun membunuh lelaki baik itu, kemudian menghidupkannya lagi. Ketika dihidupkan, lelaki itu berkata, “Demi Allah, tidak ada dalam jiwamu nurani yang lebih tajam dariku sekarang”. Karena itu Dajjal ingin membunuhnya (lagi), tetapi ia tidak mampu lagi untuk menghukuminya”. – HR.Muslim, 2938, Kitab Al-Fitan.

(2) Dalam Riwayat lain disebutkan, Rasulullah bersabda, “Diantara fitnah Dajjal adalah ia menghukumi suatu jiwa kemudian membunuhnya, membelah jiwa itu dengan gergaji hingga terbelah menjadi 2 bagian, kemudian ia berkata, “Lihatlah kepada hambaku ini, saya telah membangkitkannya, tetapi ia mengaku memiliki Tuhan selainku”.

Kemudian Allah benar-benar membangkitkan hamba itu, dan Dajjal yang keji itu bertanya, “Siapakah Tuhanmu?”

Hamba itu menjawab, “Tuhanku adalah Allah, sedangkan engkau adalah musuh Allah, engkau Dajjal. Demi Allah, tidak ada nurani yang lebih tajam mengenalmu selain daripada (nurani)ku ini”. – HR.Ibnu Majah, Al-Hakim, Al-Albani, Shahih Al-Jami’, 7875.

** SYAHID YANG PALING AGUNG DISISI ALLAH AZZA WA JALLA.

Dari Abu Sa’id Al-Khudri Radhiyallahu Anhu, Rasulullah bersabda, “Dajjal keluar dan seorang lelaki mukmin menghadapnya, maka pasuka Dajjal menemui lelaki ini seraya berkata, “Kemana kamu menyengaja pergi?”

Lelaki itu menjawab, “Saya menyengaja pergi menemui yang keluar ini (Dajjal)”.

Mereka berkata, “Mengapa engkau tidak mengimani tuhan kami?”

Lelaki itu menjawab, “Tuhan kami tidak samar (picak)”.

Mereka berkata, “Bunuhlah ia”. Tetapi masing-masing temannya berkata, “Bukankah tuhan kita (Dajjal) telah melarang kalian untuk membunuh seseorang selainnya?” – (Dajjal -melarang pasukannya untuk membunuh seseorang, kecuali hanya dirinya lah yang boleh melakukan pembunuhan) –. Maka merekapun pergi menemui Dajjal melapor.

Tatkala lelaki mukmin itu melihatnya, ia berkata, “Wahai manusia, ini adalah Dajjal yang telah disebutkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam.”

Lalu Dajjal memerintahkan, “Bawalah ia dan hajarlah”. Kemudian lelaki mukmin itu dipukuli punggung dan perutnya, Dajjal kembali bertanya, “Tidakkah engkau beriman juga kepadaku?”

Lelaki itu menjawab, “Engkau adalah pendusta”

Dajjal memerintahkan pasukannya itu menggergaji bagian-bagian tubuhnya sampai terpisah antara kedua kakinya. Kemudian Dajjal berjalan diantara 2 potongan tubuh itu, lalu berkata, “Bangkitlah”.

Maka Lelaki itupun bangkit berdiri, dan kembali ditanya, “Apakah engkau beriman kepadaku?”

Lelaki itu menjawab, “Tidaklah bertambah tentangmu kecuali nurani yang semakin tajam”. – (Maksudnya, nurani lelaki itu semakin tajam dan yakin bahwa ia adalah Dajjal)

Kemudian lelaki mukmin itu berkata kepada orang-orang, “Wahai manusia, dia tidak akan memperlakukan demikian kepada seorangpun setelahku”.

Dajjal pun menangkapnya lagi untuk menyembelihnya, tetapi diantara leher sampai tulang selangkangnya terhalang oleh lapisan tembaga, sehingga Dajjal tak bisa menyembelihnya.

Maka Dajjal pun mengambil kedua tangan dan kakinya, lalu melemparkannya. Orang-orang menduga ia dilemparkan keneraka (oleh Dajjal), padahal (karena lemparan Dajjal itu) ternyata ia dilemparkan kedalam surga (oleh Allah).

Inilah manusia yang paling besar kesaksiannya dihadapan Tuhan semesta Alam dan Syahid paling agung disisi Allah Azza wa Jalla.” – HR.Muslim, 2938, Kitab Al-Fitan.

SEPI LIKE-nya

BUDAYAKAN COMMENT & LIKE







HARI AKHIR DAN AL MAHDI

TANDA-TANDA HARI AKHIR DI DALAM AL QUR’AN

Tanda-tanda hari akhir di dalam Al Qur’an

Maka tidaklah yang mereka tunggu-tunggu, melainkan hari kiamat (yaitu) yang datang kepada mereka dengan tiba-tiba, karena sesungguhnya telah datang tanda-tandanya. Maka apakah faedahnya bagi mereka kesadaran mereka itu apabila hari Kiamat sudah datang? (QS Muhammad: 18)

Dari ayat ini kita ketahui bahwa Al Qur’an telah menjelaskan tanda-tanda yang mengumumkan datangnya Hari Akhir. Agar dapat memahami tanda-tanda ‘pengumuman besar’ ini, kita harus merenungkan ayat ini. Sebaliknya, seperti yang ditunjukkan dalam ayat ini, pemikiran kita tidak akan berguna sama sekali ketika Hari Akhir tiba-tiba datang kepada kita.



Hari Akhir itu dekat

Allah berfirman dalam Al Qur’an bahwa tidak diragukan lagi bahwa Hari Akhir itu sudah dekat.

Dan sesungguhnya hari kiamat itu pastilah datang, tak ada keraguan padanya ... (QS Al Hajj: 7)

Dan tidaklah Kami ciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, melainkan dengan benar. Dan sesungguhnya saat (kiamat) itu pasti akan datang, maka maafkanlah (mereka) dengan cara yang baik (QS Al Hijr: 85)

Mungkin ada sebagian orang yang beranggapan bahwa pesan Al Qur’an tentang Hari Akhir difirmankan lebih dari 1400 tahun lalu, dan masa itu sudah lama, jika dibandingkan dengan panjang usia seorang manusia. Padahal, di sini tersirat persoalan akhir dunia ini, matahari dan bintang-bintang, singkatnya, alam semesta. Ketika kita menganggap bahwa alam semesta berusia miliaran tahun, maka empat belas abad adalah suatu jangka waktu yang sangat pendek.


Keunggulan akhlakul Islam di dunia

Allah menyatakan bahwa orang-orang yang menyembah-Nya secara murni, tanpa menyekutukan-Nya dengan makhluk-Nya sebagai tuhan-tuhan lain selain-Nya dan beramal saleh untuk meraih ridha-Nya, akan dianugerahi kekuasaan dan pengaruh.

Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tidak mempersekutukan apa pun dengan-Ku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik (QS An Nuur: 55)

Dalam sejumlah ayat, juga dikatakan bahwa adalah sunnatullah, bahwa hamba-hamba Allah yang beriman dan hidup dalam agama yang benar dalam hati mereka akan menjadi pewaris dunia ini.

Dan sungguh telah Kami tulis di dalam Zabur sesudah (Kami tulis dalam Lauhul Mahfuzh), bahwasanya bumi ini dipusakai (oleh) hamba-hamba-Ku yang saleh (Surat Al Anbiya’: 105)

Dan Kami pasti akan menempatkan kamu di negeri-negeri itu sesudah mereka. Yang demikian itu (adalah untuk) orang-orang yang takut (akan menghadap) ke hadirat-Ku dan yang takut kepada ancaman-Ku (Surat Ibrahim: 14)

Allah pasti akan menepati janji-janji-Nya. Tingkat akhlak yang tinggi yang akan menaklukkan ajaran yang sesat, paham-paham yang menyimpang, dan pemahaman agama yang salah adalah akhlak Islam. Orang-orang kafir dan musyrik tidak dapat mencegah hal ini terjadi.


Terbelahnya bulan

Surat ke-54 di dalam Al Qur’an disebut 'Surat Al Qamar.' Dalam bahasa Inggris, qamar berarti bulan. Dalam beberapa hal, surat ini menjelaskan kehancuran yang menimpa kaum Nuh, ‘Aad, Tsamud, Luth dan Fir’aun, karena mereka menolak peringatan para nabi. Bersamaan dengan itu, ada sebuah pesan yang sangat khusus disampaikan di ayat pertama berkenaan dengan Hari Akhir.

TTelah dekat (datangnya) saat itu dan telah terbelah bulan. (QS Al Qamar: 1)

Kata 'terbelah' yang digunakan di ayat ini berasal dari kata dalam bahasa Arab, syaqqa, yang mempunyai berbagai makna. Dalam sejumlah tafsir atas ayat Al Qur’an ini, makna 'terbelah' lebih tepat. Tetapi kata syaqqa dalam bahasa Arab dapat juga berarti 'membajak’ atau 'mencangkul' tanah.

Untuk contoh pertama, kita dapat merujuk ayat ke-26 Surat Abasa:

Sesungguhnya Kami benar-benar telah mencurahkan air (dari langit), kemudian Kami belah bumi dengan sebaik-baiknya, lalu Kami tumbuhkan biji-bijian di bumi itu, anggur dan sayur-sayuran. (QS ‘Abasa: 25-29)

Jelas terlihat bahwa makna syaqqa di sini bukanlah 'membelah.' Kata ini berarti membajak tanah untuk menumbuhkan berbagai tanaman.

Apabila kita kembali ke tahun 1969, kita dapat melihat salah satu keajaiban Al Qur’an. Berbagai eksperimen yang dilakukan di permukaan bulan pada 20 Juli 1969 mungkin mengisyaratkan terbuktinya berita yang disampaikan 1.400 tahun lalu dalam Surat Al Qamar. Pada tanggal itu, para astronot Amerika menjejakkan kakinya di bulan. Setelah menggali tanah di bulan, mereka melakukan berbagai percobaan ilmiah dan mengumpulkan contoh batu-batuan dan tanah. Tentu sangat menarik bahwa berbagai kejadian ini sesuai sepenuhnya dengan pernyataan dalam ayat ini.


Tanda-tanda yang dijelaskan oleh Nabi SAW terjadi satu demi satu

Di berbagai hadits yang sampai kepada kita dari Rasulullah SAW, disampaikan berita mengenai Hari Akhir dan Masa Keemasan Islam. Ketika kita membandingkan tanda-tanda ini dengan berbagai peristiwa yang terjadi di masa kita, kita dapat melihat berbagai petunjuk bahwa kita tengah hidup dalam Hari Akhir. Kita juga dapat melihat petunjuk yang mengabarkan datangnya Masa Keemasan Islam.

Berbagai hadits yang digunakan di bagian lain buku ini nanti akan berisi informasi yang disampaikan oleh Rasulullah SAW berkenaan dengan hal ini.

Di sini, mungkin akan muncul keraguan di benak pembaca dalam hal kebenaran dan kesahihan hadits-hadits mengenai Hari Akhir ini. Ada sebuah cara untuk membedakan hadits yang sahih dengan hadits yang palsu. Seperti kita ketahui, hadits mengenai Hari Kiamat berkaitan dengan berbagai peristiwa yang akan terjadi di masa depan. Karena alasan itu, ketika sebuah hadits memang terbukti dengan berjalannya waktu, semua keraguan tentang sumber pernyataan itu menjadi sirna.

Sejumlah ilmuwan Islam yang melakukan penelitian tentang masalah Hari Akhir dan tanda-tanda Hari Kiamat telah menggunakan syarat ini. Seorang ahli tentang masalah ini, Bediuzzaman Said Nursi, berkata bahwa hadits tentang Hari Akhir yang berkaitan dengan peristiwa-peristiwa yang telah bisa diamati pada masa kita menunjukkan kebenaran hadits tersebut.1

Sebagian tanda-tanda yang diberitakan dengan hadits ini dapat diamati di beberapa tempat di dunia dalam jangka waktu 1400 tahun sejarah Islam. Akan tetapi hal ini belum membuktikan bahwa jangka waktu itu adalah Hari Akhir. Untuk jangka waktu tertentu yang dapat disebut Hari Akhir, seluruh tanda-tanda Hari Akhir harus telah dapat dilihat kejadiannya pada jangka waktu yang sama. Hal ini dinyatakan dalam sebuah hadits:

Tanda-tanda yang terjadi setelah tanda yang lain seperti butiran manik-manik sebuah kalung yang jatuh satu per satu ketika talinya putus. (HR Tirmidzi)

Dalam hadits-hadits ini, permulaan Hari Akhir digambarkan sebagai waktu ketika silang pendapat berkembang, serta perang dan konflik semakin meningkat, ketika ada kekacauan dan kehancuran moral mencuat dan manusia menjauh dari akhlak agama. Pada waktu tersebut, berbagai bencana alam akan terjadi di seluruh dunia, kemiskinan akan mencapai tingkat yang belum terlihat sebelumnya, ada peningkatan besar dalam angka kejahatan, pembunuhan dan kekejaman di berbagai tempat. Tetapi, hal ini hanyalah tahap pertama. Selama tahap kedua, Allah akan menyelamatkan manusia dari kekacauan ini dan menggantikannya dengan keadaan yang penuh berkah dan ridha-Nya dengan berlimpahnya materi, perdamaian, dan keamanan.



Peperangan dan kekacauan

Rasulullah SAW bersabda, “Al Harj (akan meningkat)”’ Mereka bertanya, “Apakah Al Harj itu?” Beliau menjawab, “(Yaitu) pembunuhan (saling membunuh), (yaitu) saling membunuh (pembunuhan).” (HR Bukhari)

Hari Kiamat (As Sa’ah) akan tiba ketika kekerasan, pertumpahan darah, dan kekacauan akan menjadi suatu yang lazim (HR Al-Muttaqi al-Hindi, Muntakhab Kanzul Ummaal)

Dunia ini tidak akan menemui akhirnya, hingga suatu hari akan datang pada manusia, pada hari itu akan ada pembunuhan massal dan pertumpahan darah. (Muslim)

Apabila kita melihat empat belas abad lalu, kita melihat berbagai peperangan di wilayah tertentu sebelum abad kedua puluh. Akan tetapi, peperangan yang mempengaruhi setiap orang di dunia, sistem politik, seluruh perekonomian, dan struktur sosial, hanya terjadi pada masa kini saja, dalam dua perang dunia. Di Perang Dunia I, lebih dari 20 juta jiwa meninggal. Pada Perang Dunia II, jumlah yang mati lebih dari 50 juta jiwa. Di samping itu, Perang Dunia II diakui sebagai perang yang paling berdarah, paling besar, dan paling menghancurkan dalam sejarah.

Berbagai pertentangan yang terjadi setelah Perang Dunia II (Perang Dingin, Perang Korea, Perang Vietnam, konflik Arab-Israel dan Perang Teluk) adalah contoh di antara berbagai peristiwa yang paling gawat di zaman modern ini. Selain itu, berbagai perang, pertentangan, dan perang saudara di tingkat wilayah telah menyebabkan kehancuran di berbagai belahan dunia. Di berbagai tempat seperti Bosnia, Palestina, Chechnya, Afghanistan, Kashmir, dan banyak lagi lainnya, berbagai masalah terus merongrong kemanusiaan.

Contoh lain bentuk ‘kekacauan’ yang menghantui umat manusia yang setara dengan peperangan adalah teror terorganisir tingkat internasional. Seperti yang juga disepakati oleh pihak berwenang dalam masalah ini, berbagai tindakan teror telah berlipat ganda jumlahnya di paruh kedua abad kedua puluh.2 Bahkan dapat dikatakan bahwa teror adalah sebuah ciri khas abad kedua puluh.2 Berbagai organisasi yang bercirikan rasisme, komunisme, dan berbagai paham serupa, atau dengan tujuan kebangsaan, telah melakukan berbagai tindakan kejam dengan bantuan teknologi yang semakin maju. Di dalam sejarah dunia yang lebih terkini, berbagai tindakan teror berulang-ulang telah menyebabkan kekacauan. Banyak darah telah tertumpah dan orang-orang tak bersalah yang tak terhitung jumlahnya telah telah dibantai atau terbunuh.



Kehancuran kota-kota besar: peperangan dan bencana

Berbagai kota besar akan dihancurkan dan hal ini akan terjadi seolah-olah kota-kota itu tidak pernah ada sebelumnya. (Al-Muttaqi al-Hindi, Al-Burhan fi Alamat al-Mahdi Akhir al-Zaman)

Kehancuran kota-kota yang dimaksudkan dalam hadits ini mengingatkan pada kehancuran yang sekarang muncul karena perang dan berbagai bencana alam. Belum lama ini, senjata nuklir, pesawat tempur, bom, rudal, dan senjata modern yang canggih lainnya telah menyebabkan kehancuran yang belum pernah terbayangkan sebelumnya. Berbagai senjata mengerikan ini telah menyebabkan tingkat kehancuran yang belum pernah terlihat sebelumnya. Jelas, kota-kota besar yang menjadi sasaran adalah yang paling menderita karena kehancuran ini. Kehancuran karena Perang Dunia II yang belum ada bandingannya adalah salah satu contohnya. Dengan penggunaan bom atom di perang terbesar di dunia itu, Hiroshima dan Nagasaki hancur total. Akibat pemboman hebat, berbagai ibu kota Eropa dan kota-kota penting lainnya menderita berbagai kerusakan.

Hiroshima

Pada beberapa tahun terakhir, angin topan, badai, angin puyuh, dan berbagai bencana lainnya menimbulkan akibat merusak atas benua Amerika dan juga beberapa tempat lain di dunia. Selain itu, banjir telah menyebabkan timbunan lumpur yang menutupi berbagai pusat pemukiman penduduk. Kemudian, gempa bumi, letusan gunung, dan gelombang pasang air laut juga telah menyebabkan kehancuran yang besar. Oleh karena itu, seluruh kehancuran yang terjadi pada kota-kota besar karean bencana-bencana ini adalah suatu tanda penting dalam setiap peristiwanya.



Gempa Bumi

As Sa’ah (Hari Akhir) tidak akan terjadi hingga ... gempa bumi akan sangat sering terjadi (HR Bukhari)

Ada dua hadits besar sebelum hari hisab ... dan kemudian tahun-tahun penuh gempa bumi (Diriwayatkan oleh Ummu Salamah RA.)

Dalam beberapa tahun terakhir, gempa bumi besar telah terjadi berulang-ulang, dan termasuk bencana yang menakutkan bagi masyarakat di seluruh dunia. Apabila kita melihat data yang dikumpulkan oleh American National Earthquake Information Center (Pusat Informasi Gempa Bumi Nasional Amerka, ANEI) selama tahun 1999, kita menemukan 20.832 gempa bumi telah terjadi di berbagai tempat di dunia. Akibatnya, 22.711 orang diperkirakan kehilangan jiwanya.3



Kemiskinan

Orang-orang miskin akan meningkat jumlahnya. (Amal Al-Din Al-Qazwini, Mufid Al-'ulum Wa-mubid Al-humum)

Kekayaan beredar hanya di antara orang-orang kaya, tanpa manfaat bagi orang-orang miskin. (HR Tirmidzi)

Yang jelas masa yang dimaksudkan oleh Rasulullah SAW menjelaskan keadaan pada saat ini. Apabila kita menengok abad-abad sebelumnya, kita melihat bahwa berbagai kesulitan dan kecemasan yang disebabkan oleh kekeringan, peperangan, dan berbagai bencana lain bersifat sementara dan terbatas di sebuah wilayah tertentu. Akan tetapi, saat ini, kemiskinan dan kesulitan mencari penghidupan bersifat permanen den mewabah.

Di dunia saat ini, kemiskinan telah mencapai angka yang sangat memprihatikankan. Laporan terakhir UNICEF mengungkapkan bahwa satu dari empat penduduk dunia hidup dalam 'penderitaan dan kekurangan yang tidak terbayangkan sebelumnya'.4 Sekitar 1,3 miliar manusia di dunia bertahan hidup dengan uang kurang dari $1 (sekitar Rp8.800) sehari. Tiga miliar manusia di dunia saat ini bertahan hidup dengan $2 (sekitar Rp17.600) sehari. 5 Sekitar 1,3 miliar kekurangan air bersih. Sekitar 2,6 miliar tidak mampu mendapatkan sarana kesehatan yang memadai.6



Runtuhnya nilai-nilai akhlak

Hari Kiamat (As Sa’ah) akan datang ketika perzinaan tersebar luas (Al-Haythami, Kitab al-Fitan)

Hari Akhir tidak akan datang hingga mereka (orang-orang jahat) melakukan perzinaan di jalan-jalan (jalan-jalan umum). (Ibn Hibban and Bazzar)

Pria akan meniru perilaku wanita; dan wanita akan meniru perilaku pria. (Allama Jalaluddin Suyuti, Durre-Mansoor)

Orang-orang akan menyenangi perbuatan homoseksual dan lesbianisme. (Al-Muttaqi al-Hindi, Muntakhab Kanzul Ummaal)

Hubungan seksual tidak sah secara terbuka akan marak. (HR Bukhari)

Hari Akhir itu tidak akan datang hingga angka pembunuhan meningkat. (HR Bukhari)

Di masa kini, ada bahaya besar yang mengancam pola hidup masyarakat dunia. Dengan cara yang sama seperti virus membunuh tubuh manusia, bahaya ini mengakibatkan keruntuhan sosial yang sangat parah. Bahaya ini adalah keruntuhan nilai-nilai akhlak yang membantu mempertahankan masyarakat yang sehat. Homoseksualitas, pelacuran, hubungan seks pra-nikah dan di luar nikah, penyimpangan seksual, pornografi, pelecehan seksual, dan peningkatan angka penderita penyakit kelamin, adalah sejumlah petunjuk penting dari keruntuhan nilai-nilai akhlak.



Hadits tentang penolakan agama yang benar dan nilai-nilai moral dalam Al Qur’an

Menjelang datangnya Hari Akhir akan ada hari-hari ketika pengetahuan (agama) akan dicabut (lenyap) dan kejahiliyahan secara umum akan meluas.... (HR Bukhari)

Akan ada suatu ujian kegelapan kecil yang akan menimpa setiap orang di suatu masyarakat, dan kemudian ketika orang menganggap ujian itu telah berakhir, ujian itu akan terjadi terus-menerus. Selama itu seorang manusia bisa jadi adalah seorang mukmin di pagi hari dan menjadi seorang kafir di sore hari. (HR Abu Daud).

Akan datang suatu waktu pada umat ketika orang akan membaca Al Qur'an, tetapi tidak akan lebih jauh dari tenggorokan (tidak masuk ke dalam hati mereka) (HR Bukhari)

Sebelum Hari Akhir akan ada kekisruhan seperti potongan malam yang gelap, ketika seorang manusia akan menjadi seorang beriman di pagi hari dan seorang kafir di sore hari, atau seorang beriman di sore hari dan kafir di pagi hari (HR Abu Daud)

Suatu waktu akan datang, ketika seorang manusia tidak akan peduli bagaimana mereka mendapatkan sesuatu, halal atau haram. (HR Bukhari)

Akan muncul pada hari akhir seseorang yang akan memperoleh keuntungan dunia dengan menjual agama. (HR Tirmidzi)

Hari Akhir tidak akan datang hingga tersisa orang-orang yang tidak mengetahui kebajikan dan tidak pernah mencegah kejahatan (HR Ahmad)

Hari Akhir tidak akan datang sebelum Allah mengambil agama-Nya dari manusia di bumi, tidak meninggalkan seorang pun di atas bumi ini selain orang-orang kafir yang tidak mengenal perbuatan yang benar atau menolak perbuatan yang salah. (Diriwayatkan oleh Abdullah ibn 'Amr bin ‘Ash)



Munculnya nabi-nabi palsu

Hari akhir tidak akan datang sebelum datangnya tiga puluh Dajjal, masing-masing mengaku dirinya sebagai seorang utusan Allah. (HR Abu Daud)

Para ahli telah mencatat meningkatnya jumlah orang yang mengaku dirinya juru selamat, yang mulai muncul pada tahun 1970-an, dan sejak itu peningkatan jumlahnya cukup berarti. Menurut para ahli ini, ada dua alasan dasar peningkatan ini. Yang pertama adalah jatuhnya komunisme, dan sebab lainnya adalah kesempatan yang dimungkinkan oleh teknologi internet.7



Al Qur’an menjelaskan turunnya Isa AS ke bumi

Allah tidak menghendaki orang-orang kafir membunuh ‘Isa AS, melainkan mengangkatnya ke sisi-Nya, dan mengumumkan kabar gembira kepada umat manusia bahwa nabi Isa akan turun ke bumi di Hari Akhir. Al Qur’an memberikan informasi mengenai turunnya ‘Isa AS dalam sejumlah ayat:

o Salah satu ayat menyatakan bahwa orang-orang kafir yang merencanakan pembunuhan Isa AS tidak berhasil;

… dan karena ucapan mereka, “Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, ‘Isa putra Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan ‘Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) ‘Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah ‘Isa. (QS An Nisaa’: 157)

o Ayat lain mengatakan bahwa ‘Isa AS tidak meninggal, melainkan diangkat dari lingkungan manusia ke kehadirat Allah.

… tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat ‘Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana (QS An Nisaa’: 158)

o Pada ayat ke-55 Surat Ali 'Imran, kita telah mengetahui bahwa Allah akan menempatkan orang-orang yang mengikuti 'Isa AS di atas orang-orang yang kafir hingga Hari Kebangkitan. Ini sebuah fakta sejarah bahwa 2000 tahun lalu, murid-murid 'Isa tidak mempunyai kekuasaan politik. Orang-orang Kristen yang hidup antara zaman tersebut dan masa sekarang telah meyakini sejumlah ajaran palsu, terutama doktrin Trinitas (mengakui tiga Tuhan dalam satu Tuhan). Oleh karena itu, terbukti bahwa mereka tidak bisa disebut sebagai pengikut Nabi 'Isa as, karena, seperti dikatakan di berbagai ayat di dalam Al Qur'an, mereka yang meyakini Trinitas telah tergelincir ke dalam kesesatan. Dalam hal ini, pada waktu sebelum Hari Akhir, para pengikut 'Isa AS akan mengalahkan orang-orang yang ingkar itu dan memenuhi janji ilahiyah yang termuat di dalam Surat Ali 'Imran. Yang pasti, kelompok yang diberkati ini akan diketahui ketika 'Isa AS ketika turun kembali ke bumi.

* Selain itu, Allah berfirman di dalam Qur'an bahwa seluruh Ahli Kitab akan meyakini 'Isa AS sebelum dia meninggal.

Tidak ada seorang pun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (‘Isa) sebelum kematiannya. Dan di hari kiamat nanti ‘Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka. (QS An Nisaa’: 159)

Kita mengetahui dengan jelas dari ayat ini bahwa ada tiga janji yang belum terpenuhi berkenaan dengan ‘Isa as. Yang pertama, seperti setiap manusia lainnya, Nabi ‘Isa AS akan meninggal. Yang kedua, seluruh Ahli Kitab akan melihatnya dalam bentuk sosok manusia dan akan menaatinya ketika dia hidup. Tidak ada keraguan bahwa dua perkiraan ini akan terpenuhi ketika ‘Isa AS datang kembali sebelum Hari Akhir. Perkiraan ketiga mengenai kesaksian ‘Isa AS atas Ahli Kitab akan terpenuhi di Hari Akhir.

* Ayat lain dalam Surat Maryam membahas kematian ‘Isa AS.

Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal, dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali. (QS Maryam: 33)

Ketika kita membandingkan ayat ini dengan ayat ke-55 Surat Ali ‘Imran, kita dapat memahami sebuah fakta yang sangat penting. Ayat dalam Surat Ali ‘Imran tersebut berbicara mengenai ‘Isa AS diangkat ke kehadirat Allah. Di ayat ini tidak ada informasi yang diberikan berkenaan dengan apakah ‘Isa AS meninggal atau tidak. Tetapi di ayat ke-33 Surat Maryam, disebutkan mengenai kematian ‘Isa AS. Kematian kedua ini mungkin terjadi hanya apabila ‘Isa AS turun ke bumi kembali dan meninggal setelah hidup di sini selama beberapa waktu (Allah-lah Yang Lebih Mengetahui)

* Ayat lain yang menjelaskan turunnya ‘Isa ke bumi adalah:

Dan Allah akan mengajarkan kepadanya Al Kitab, Hikmah, Taurat, dan Injil. (QS Ali ‘Imran: 48)

Untuk memahami rujukan atas ‘Al Kitab” yang disebutkan di ayat ini, kita harus melihat ayat-ayat lain di dalam Al Qur’an yang relevan dengan pokok permasalahan ini: apabila Al Kitab dikatakan di satu ayat bersama dengan Taurat dan Injil, itu pasti berarti Al Qur’an. Ayat ketiga dari Surat Ali ‘Imran menegaskan maksud tersebut:

Allah, tiada ada Tuhan melainkan Dia, Yang Hidup kekal lagi senantiasa berdiri sendiri. Dia menurunkan Al Kitab (Al Qur’an) kepadamu dengan sebenarnya; membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil sebelum (Al Qur’an), menjadi petunjuk bagi manusia, dan Dia menurunkan Al Furqaan. Sesungguhnya orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah akan memperoleh siksa yang berat; dan Allah Maha Perkasa lagi mempunyai balasan (siksa). (QS Ali ‘Imran: 2-4)

Dalam hal ini, Al Kitab yang disebut dalam ayat 48, yang akan dipelajari oleh ‘Isa AS, hanya mungkin berupa Al Qur’an. Kita mengetahui bahwa ‘Isa AS telah mengetahui Taurat dan Injil selama kehidupannya, yaitu, sekitar 2000 tahun lalu. Jelas, kitab tersebut adalah Al Qur’an yang dia akan ajarkan ketika dia turun ke bumi kembali.

* Petunjuk yang paling menarik pada ayat ke-59 Surat Ali 'Imran adalah: 'Sesungguhnya misal (penciptaan) 'Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam...' Di ayat ini kita dapat melihat ada sejumlah kesamaan antara kedua nabi tersebut. Seperti kita ketahui, Adam AS dan 'Isa AS keduanya tidak berayah, tetapi kita dapat menarik suatu kesamaan lebih lanjut dari ayat di atas, di antara turunnya Adam AS ke permukaan bumi dari surga dan turunnya 'Isa AS dari hadirat Allah pada Hari Akhir.

* Al Qur’an mengatakan hal berikut ini tentang ‘Isa AS:

Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat. Karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus. (QS Az Zukhruf: 61)

Kita mengetahui bahwa ‘Isa AS hidup enam abad sebelum Al Qur’an diwahyukan. Oleh karena itu, ayat ini harus merujuk, bukan pada kehidupan pertamanya, melainkan pada kedatangannya kembali selama Hari Akhir. Baik dunia Kristen maupun Islam sangat menunggu-nunggu kedatangan ‘Isa as yang kedua kalinya itu. Kehadiran terhormat tamu yang diberkati ini di permukaan bumi akan merupakan tanda penting dari Hari Akhir.

Bukti lebih lanjut kedatangan kedua ‘Isa AS dapat ditemukan dalam penggunaan kata wakahlan dalam Surat Al Maidah 110 dan Surat Ali ‘Imran 46. Di kedua ayat ini, kita diwahyukan perintah berikut ini:

(Ingatlah), ketika Allah mengatakan, “Hai ‘Isa putra Maryam, ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu di waktu Aku menguatkanmu dengan ruhul qudus. Kamu dapat berbicara dengan manusia di waktu masih dalam buaian dan sesudah dewasa...” (QS Al Ma’idah: 110)

Dan dia berbicara dengan manusia dalam buaian dan ketika sudah dewasa dan dia adalah salah seorang di antara orang-orang yang saleh.” (QS Ali ‘Imran: 46)

Kata-katanya hanya muncul di dua ayat ini dan hanya merujuk pada ‘Isa AS. Kata ini digunakan untuk menjelaskan usia ‘Isa AS yang cukup dewasa. Kata ini merujuk pada usia antara 30 dan 50, yaitu akhir masa pemuda dan awal usia tua. Para ilmuwan Islam setuju menerjemahkan kata ini merujuk ke periode setelah usia 35 tahun.

Para ilmuwan Islam meyakini sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas yang mendukung bahwa ‘Isa AS diangkat ke sisi Allah ketika berusia muda, yaitu permulaan usia 30-an, dan ketika dia turun ke bumi kembali, dia akan berusia 40 tahun ketika tinggal dan hidup di permukaan bumi ini. ‘Isa AS akan berusia tua setelah dia kembali ke bumi, sehingga ayat ini dapat dikatakan merupakan sebuah bukti kedatangan kedua ‘Isa AS ke bumi.8



Rasulullah SAW menceritakan kedatangan kedua ‘Isa AS

Ada beberapa hadits dari Rasulullah SAW yang menyebut kedatangan kedua ‘Isa AS. Ilmuwan Islam Shawkani menyatakan ada 29 hadits mengenai kembalinya ‘Isa AS dan bahwa informasi yang terkandung di dalam hadits-hadits ini tidak dapat dipalsukan. (Ibnu Majah)

Demi Allah Yang jiwaku ada di tangan-Nya, putra Maryam, ‘Isa, akan turun dalam waktu singkat di antara kamu orang-orang beriman (Muslimin) sebagai seorang penguasa yang adil (HR Bukhari)

Hari Akhir tidak akan datang hingga putra Maryam (yaitu ‘Isa AS) turun di antara kamu sebagai seorang penguasa yang adil. (HR Bukhari)

Rasulullah SAW menjelaskan apa yang dilakukan oleh ‘Isa AS ketika dia turun kembali:

’Isa as, putra Maryam as, akan turun, berkuasa selama 40 tahun dengan Kitabullah dan sunnahku, lalu meninggal. (Al-Muttaqi al-Hindi, Al-Burhan fi Alamat al-Mahdi Akhir al-Zaman)

Isa AS, putra Maryam AS, akan menjadi seorang hakim yang adil dan penguasa yang adil (dalam umatku), mematahkan dan meremukkan kayu salib dan membunuh babi... Bumi ini akan dipenuhi dengan kedamaian seperti sebuah bejana diisi dengan air. Seluruh dunia akan mengumandangkan dan mengikuti satu kata yang sama dan tidak satu pun akan disembah selain Allah. (Ibnu Majah)

Beberapa penjelasan penting mengenai Hari Akhir adalah sebagai berikut: Selama kekacauan mengerikan di hari akhir, Allah akan memerintahkan seorang hamba yang mempunyai akhlak yang mulia, yang dikenal sebagai Al Mahdi (pemberi petunjuk ke arah kebenaran), untuk mengajak umat manusia kembali ke jalan yang benar. Tugas pertama Al Mahdi akan berupa dikobarkannya perang pemikiran di dalam dunia Islam dan mengembalikan umat Muslin yang telah jauh dari intisari Islam sejati, menuju iman dan akhlak sesungguhnya. Dalam hal ini, Al Mahdi mempunyai tiga tugas dasar:

1. Menghancurkan seluruh sistem filsafat yang mengingkari keberadaan Allah dan mendukung ateisme.

2. Memerangi takhayul dengan membebaskan Islam penindasan orang-orang munafik yang telah menyimpangkan agama, dan kemudian mengungkap dan melaksanakan akhlak Islam sejati yang didasarkan pada aturan Al Qur’an.

3. Memperkuat seluruh dunia Islam, baik secara politik maupun sosial, dan kemudian mengembangkan perdamaian, keamanan, dan kesejahteraan serta memecahkan berbagai masalah kemasyarakatan.

Menurut sejumlah besar hadits, Nabi ‘Isa AS akan turun ke bumi pada waktu bersamaan dan akan menyeru seluruh pemeluk Kristen dan Yahudi, khususnya, untuk meninggalkan berbagai kepercayaan takhayul yang diyakini oleh mereka pada saat ini dan hidup menurut Al Qur’an. Ketika pemeluk Kristen telah mendengarkannya, umat Islam dan Kristen akan bersama di bawah satu keimanan dan dunia ini akan mengalami zaman perdamaian, keamanan, kebahagian, dan kesejahteraan terbesar yang dikenal sebagai Masa Keemasan.

TANDA-TANDA KEDATANGAN AL MAHDI

Penyimpangan mendalam


Charles Darwin

Sementara lingkungan yang menyimpang justru dapat membuat orang-orang beriman dengan iman yang kuat meningkat keimanan dan kesabaran mereka, dan pahala mereka di Hari Akhirat, lingkungan seperti ini menyebabkan orang-orang dengan iman yang lemah dan dangkal menjadi kehilangan keimanan mereka atau semakin memperlemahnya. Al Mahdi akan datang ketika lingkungan yang menyimpang ini sudah sangat dalam dan parah.

Al Mahdi, salah satu kaumku, muncul sebagai manusia dengan ridha Allah, saat Hari Pembalasan sudah dekat dan melemahnya hati orang-orang beriman karena kematian, kelaparan, dan hilangnya sunah, dan munculnya kemajuan teknologi dan hilangnya makna memerintahkan kebenaran dan melarang kemungkaran. Kemakmuran dan keadilannya akan memudahkan hati orang-orang yang beriman, dan persahabatan serta saling mencintai akan menyelesaikan perselisihan di antara bangsa-bangsa non-Arab dan Arab. (Al-Muttaqi al-Hindi, Al-burhan fi ’Alamat al-Mahdi Akhir al-Zaman, halaman. 66)

Kekacauan, penyimpangan, dan ketakutan akan muncul di Barat .... Penyimpangan akan meningkat pesat. (Mukhtasar Tazkirah Qurtubi)

Sejenis penyimpangan akan muncul ke permukaan. Tidak satu pun pihak mampu melindungi dirinya dari penyimpangan itu, dan penyimpangan itu menyebar segera ke setiap penjuru. Situasi ini akan bertahan hingga seseorang datang dan berkata, “Hai umat manusia, mulai saat ini pemimpinmu adalah Al Mahdi.” (Ibnu Hajar Haytahami, Al-Qawl al-Mukhtasar fi’alamat al-Mahdi al-Muntazar, hal. 23)

Hadits ini berbicara mengenai sebuah penyimpangan yang akan menyentuh setiap orang dan menyebar dengan cepat. Dengan kata lain, sejenis penyimpangan yang dikenal oleh setiap orang dan menjadikan orang-orang beriman sebagai sasarannya. Penyimpangan ini menentang agama dan Allah. Saat ini, filsafat materialis adalah kecenderungan utama terbesar yang dirancang untuk menolak keberadaan dan penciptaan Allah. Landasan filsafat ini adalah 'teori evolusi', yang memberikan dasar, yang oleh pencetusnya disebut sendiri sebagai hal “ilmiah”. Walaupun tidak didasarkan pada bukti ilmiah dan logika apa pun, kalangan materialis tertentu di seluruh dunia tetap berusaha agar teori ini diterima, dengan menggunakan cara-cara yang dikaitkan dengan propaganda yang kuat, kebohongan, dan bahkan penipuan.

Pada saat ini, ketika teori ini telah merasuki hampir setiap rumah tangga melalui media massa dan televisi, maka setiap orang di dunia Islam dan di mana pun berada telah mendengarkannya. Teori ini adalah teori pertama yang dinyatakan sebagai kenyataan ketika seseorang masih kanak-kanak dengan cara kebohongan dan penipuan yang tidak terhitung banyaknya. Ketika mereka tumbuh semakin dewasa, mereka terus disesatkan oleh omong kosong lucu ini, bahwa mereka dan seluruh umat manusia muncul sebagai makhluk hidup hanya karena kebetulan dan bahwa mereka adalah keturunan monyet. Para pemuda dari semua usia dicuci otaknya di seluruh tingkatan pendidikan melalui kebohongan para evolusionis.

Ada sebuah poin penting yang perlu digarisbawahi di sini. Sebagaimana ditekankan oleh Rasulullah SAW pada salah satu haditsnya, penyimpangan yang menyebar cepat dan merata di seluruh dunia hanya bisa mengemuka ketika perangkat teknologi yang tepat tersedia, seperti yang ada sekarang (misalnya, media massa, penerbitan, media elektronik, internet, dan komunikasi satelit). Ketika teknologi tersebut belum muncul di masa lalu, penyimpangan tidak akan menyebar ke seluruh dunia. Akibatnya, tidak ada bentuk penyimpangan lain yang telah menyatakan perang atas keberadaan, penciptaan dan agama Allah terlihat di masa lalu. Semua hal ini adalah di antara tanda-tanda penting, sehingga datangnya Al Mahdi bertepatan dengan masa sekarang.

Larangan agama yang mendapatkan penerimaan

Gaya hidup yang marak pada masa sekarang, yang telah menyebar begitu luas dalam beberapa dekade terakhir, dan tidak membuat perbedaan yang jelas antara apa yang dilarang dan diperbolehkan oleh agama, dan justru mentolerir segala jenis penyimpangan, mencerminkan lingkungan yang digambarkan dalam hadits-hadits ini. Beberapa hadits menjelaskan lingkungan kegelapan ini, pertanda datangnya Al Mahdi, sebagai berikut:

Al Mahdi tidak akan muncul, kecuali orang-orang kafir menyerbu ke segala tempat dan secara terbuka dilakukan di depan umum. Yang berkuasa di saat seperti itu adalah penyerbuan oleh orang-orang tak beriman.... Itulah kekuatannya. (Mektubat-i Rabbani, 2:259)

Al Mahdi akan datang setelah berbagai penyimpangan keji (fitnah), di mana seluruh larangan dianggap sebagai hukum (Ibnu Hajar al-Haythami, Al-Qawl al-Mukhtasar fi `Alamat al-Mahdi al-Muntazar, hal. 23)

Perang Iran-Irak

Akan ada huru hara di bulan Syawal (bulan kesepuluh dalam kalender Hijriyah), pembicaraan tentang perang di bulan Dzulqa’dah (bulan kesebelas dalam kalender Hijriyah) dan pecahnya perang di bulan Dzulhijjah (bulan kedua belas). (Allamah Muhaqqiq Ash-Sharif Muhammad ibn 'Abd al-Rasul, Al-Isaatu li Asrat'is-saat, hal. 166)

Tiga bulan yang dimaksudkan dalam hadits ini kebetulan bertepatan dengan bulan-bulan berkecamuknya Perang Iran Irak. Pemberontakan pertama atas Shah Iran berlangsung pada 5 Syawal 1398 (8 September 1976), seperti yang ditunjukkan oleh hadits ini, dan perang meletus antara Iran dan Irak pada bulan Dzulhijjah 1400 (Oktober 1980).

Hadits lain menjelaskan keterangan perang ini sebagai berikut:

Sebuah bangsa/suku akan datang dari arah Persia, dengan menyeru, “Kamu bangsa Arab! Kamu begitu bersemangat! Apabila Kamu tidak memberi hak mereka yang sebenarnya, tidak satu pun akan bersekutu denganmu ... Hak itu harus diberikan kepada mereka satu hari dan kepadamu pada hari berikutnya, dan janji-janji kerja sama harus ditepati...! Mereka akan berangkat ke Mutekh; umat Islam akan turun ke lembah itu ... Orang-orang musyrik akan berdiri di sana di tepi sebuah sungai hitam (Rakabeh) di sisi lain. Akan ada perang di antara mereka. Allah akan mencabut kedua pasukan itu dari kemenangan ... (Al Barzeenji, Signs of the Judgment Day, hal. 179)

- Bangsa yang datang dari arah Persia: bangsa yang datang dari wilayah Iran

- Persia: Iran, orang-orang Iran

- Turun ke lembah: Lembah, Lembah Iran

- Mutekh: Nama sebuah gunung di wilayah itu

- Rakabeh: Wilayah tempat sumur-sumur minyak terpusat

Hadits ini menarik perhatian karena pecahnya perselisihan rasial yang akan menyebabkan kedua belah pihak turun ke lembah (Lembah Iran) dan terjadinya perang. Kemudian, seperti yang dicatat di hadits ini, Perang Iran Irak berlangsung selama 8 tahun, dan walaupun ribuan korban telah berjatuhan, tetapi tidak satu pun pihak dapat menyatakan kemenangan atau keunggulan yang mutlak.

Pendudukan Afghanistan

Taliqan yang sangat miskin (sebuah wilayah di Afghanistan), yang di tempat itu berada harta Allah, tetapi bukan emas dan perak, tetapi terdiri dari orang-orang yang mengenal Allah seperti mereka seharusnya mengenalnya. (Al-Muttaqi al-Hindi, Al-Burhan fi Alamat al-Mahdi Akhir al-zaman, hal. 59)

Ada suatu petunjuk bahwa Afghanistan akan diduduki selama Hari Akhir. Invasi Rusia ke Afghanistan berlangsung pada tahun 1979 (1400, menurut kalender Hijriyah). Selain itu, hadits ini mengajak kita memperhatikan kekayaan alam Afghanistan. Saat ini, kandungan minyak bumi yang besar, tambang besi dan tambang batu bara yang belum digali secara komersial telah ditemukan di sana.

Berhentinya aliran sungai Eufrat

Berhentinya dan terganggunya aliran sungai Eufrat merupakan salah satu tanda kedatangan Al Mahdi.

Segera sungai Eufrat akan memperlihatkan kekayaan (gunung) emas, maka siapa pun yang berada pada waktu itu tidak akan dapat mengambil apa pun darinya. (HR Bukhari)

Sungai itu (Eufrat) akan memperlihatkan sebuah gunung emas (di bawah sungai itu). (Abu Daud)

Berbagai buku hadits menyebutkan kedua peristiwa ini. Al-Suyuti menyebutkan hadits ini sebagai ‘berhentinya air.’ Sebenarnya Bendungan Keban telah menghentikan aliran air sungai ini. Tanah sekitarnya telah menjadi sama nilainya dengan emas karena berbagai alasan, seperti dihasilkannya aliran listrik dan begitu suburnya tanah pertanian melalui fasilitas irigasi dan transportasi sejak bendungan itu dibuat. Bendungan ini menyerupai gunung betun, dan kekayaannya senilai emas yang keluar dari sungai itu. Oleh karena itu, dam ini menyerupai sifat-sifat ‘gunung emas’ (Allah-lah Yang Maha Tahu).

Gerhana bulan dan matahari di bulan Ramadhan

Ada dua tanda untuk kedatangan Al Mahdi ... Yang pertama adalah gerhana bulan di malam pertama Ramadhan, dan kedua adalah gerhana matahari di pertengahan bulan ini. (Ibn Hajar al-Haythami, Al-Qawl al-Mukhtasar fi `Alamat al-Mahdi al-Muntazar, hal. 47)

Akan ada dua gerhana matahari di bulan Ramadhan sebelum kedatangan Al Mahdi. (Mukhtasar Tazkirah Qurtubi)

... Gerhana matahari di pertengahan bulan Ramadhan dan gerhana bulan di akhirnya .... (Al-Muttaqi al-Hindi, Al-Burhan fi Alamat al-Mahdi Akhir al-zaman, hal. 37)

Telah sampai kepadaku bahwa sebelum Al Mahdi datang bulan akan gerhana dua kali di bulan Ramadhan (Diriwayatkan oleh by Abu Nu'aym in al-Fitan)

Yang menarik di sini adalah, tidak mungkin akan ada dua gerhana matahari dan gerhana bulan dalam satu bulan. Hal ini tidak dapat terjadi pada keadaan biasa. Akan tetapi, sebagian besar tanda-tanda Hari Akhir merupakan peristiwa-peristiwa yang dapat dijangkau dan diwujudkan oleh pikiran manusia, dan tergantung pada alasan tertentu.


A picture of the July 31, 1981, solar eclipse.

Apabila peristiwa-peristiwa ini dianalisis lebih lanjut, sejumlah perbedaan menjadi jelas. Yang terbaik dilakukan dalam keadaan seperti ini adalah menentukan hal-hal yang menjadi kesepakatan. Dugaan yang ada adalah sebagai berikut: akan ada gerhana matahari dan bulan selama bulan Ramadhan. Keduanya akan berjarak sekitar 14-15 hari dan gerhana-gerhana ini akan berulang dua kali.

Sejalan dengan perhitungan ini, ada sebuah gerhana bulan pada tahun 1981 (tahun Hijriyah 1401) pada hari ke-15 bulan Ramadhan dan gerhana bulan pada hari ke-29 pada bulan tersebut. Ada pula sebuah gerhana bulan “kedua” pada tahun 1982 (tahun Hijriyah 1402) pada hari ke-14 bulan Ramadhan dan gerhana matahari pada hari ke-28 pada bulan tersebut.

Ini juga penting, terutama karena dalam contoh khusus ini, akan ada sebuah gerhana bulan penuh di pertengahan bulan Ramadhan, sebuah ramalan yang paling mendekati kebenaran.

Kejadian peristiwa-peristiwa ini selama kurun waktu yang sama bertepatan dengan tanda-tanda kedatangan Al Mahdi. Hal tersebut, beserta kejadian ulangannya yang menakjubkan di permulaan abad keempat belas Hijriah selama dua tahun berturut-turut (1401-02), menjadikan kejadian-kejadian ini mungkin adalah tanda-tanda yang disebutkan oleh hadits.

Munculnya sebuah komet


Pada tanggal 6 Maret, pesawat ruang angkasa Soviet Vega 1 terbang dalam jarak 5.500 mil dari komet Halley, dengan mengirimkan kembali berbagai gambar pertama tentang inti es komet ini.

Sebuah bintang dengan ekor bercahaya akan muncul dari Timur sebelum munculnya Al Mahdi. (Ka’b al-Ahbar)

Sebuah komet akan muncul di Timur dengan mengeluarkan cahaya sebelum tiba. (Ibn Hajar al-Haythami, Al-Qawl al-Mukhtasar fi `Alamat al-Mahdi al-Muntazar, hal. 53)

Munculnya bintang itu akan terjadi setelah gerhana matahari dan bulan. (Al-Muttaqi al-Hindi, Al-Burhan fi Alamat al-Mahdi Akhir al-zaman, hal. 32)

Seperti yang disebutkan oleh sejumlah hadits, Pada tahun 1986 (1406 Hijriyah), komet Halley melintasi bumi. Komet ini merupakan sebuah bintang terang bersinar yang melintas dari Timur ke Barat. Ini terjadi setelah gerhana matahari dan bulan pada tahun 1981 dan 1982 (1401-1402 Hijriyah).

Kejadian munculnya bintang ini dengan tanda-tanda lain kemunculan Al Mahdi menunjukkan bahwa komet Halley adalah bintang seperti yang dimaksudkan di hadits ini.

Penyerbuan Ka’bah dan akibat pertumpahan darah

Orang-orang akan menunaikan ibadah haji bersama-sama dan berkumpul tanpa seorang Imam. Orang-orang yang naik haji akan dilempari dan akan ada sebuah peperangan di Mina yang menyebabkan banyak orang terbunuh dan darah akan mengalir sampai Jumratul Aqabah. (Jamra: sebuah pilar batu yang menjadi simbol Setan dan dilempari dengan batu jumrah selama ibadah haji.) (Diriwayatkan oleh 'Amr ibn Shu'ayb, al-Hakim and Nu'aym ibn Hammad)


Pada tahun 1979, ada sebuah pembantaian dalam suatu serangan di Ka'bah selama musim haji, tepat seperti yang diungkapkan di sebuah hadits. Serangan berdarah di Ka'bah ini berlangsung pada tanggal 1 Muharram 1400 (21 November 1979). Dengan kata lain, pada hari pertama bulan Hijriyah 1400, permulaan kurun waktu ketika tanda-tanda Hari Akhir mulai terjadi satu persatu.

Orang-orang akan menunaikan ibadah haji tanpa seorang imam yang memimpin mereka. Peperangan besar akan pecah ketika sampai ke Mina dan mereka dilempari seperti anjing dilempari dan suku-suku saling menyerang satu dengan lainnya. Perselisihan ini meluas sehingga kedua kaki terkubur di genangan darah. (Al-Muttaqi al-Hindi, Al-Burhan fi Alamat al-Mahdi Akhir al-zaman, hal. 35)

Kata “pada tahun ketika dia akan muncul” menarik perhatian kita pada sebuah pembantaian yang akan terjadi pada tanggal kemunculan Al Mahdi. Pada tahun 1979, sebuah pembantaian yang sangat mirip dengan ini terjadi selama penyerbuan Ka’bah, yang terjadi selama bulan haji. Yang sangat menarik karena penyerbuan ini terjadi pada permulaan periode selama itu tanda-tanda munculnya Al Mahdi, yaitu hari pertama 1400 Hijriyah (21 November 1979).

Hadits-hadits ini juga menyebutkan pertumpahan darah dan pembantaian. Pembunuhan atas 30 orang selama bentrokan antara tentara Arab Saudi dan para militan yang melakukan penyerangan selama penyerbuan itu memperkuat kebenaran bagian lain dari hadits ini.

Tujuh tahun kemudian, sebuah peristiwa yang lebih berdarah terjadi selama bulan haji. Pada peristiwa ini, 402 jamaah haji yang melakukan demonstrasi terbunuh, dan banyak menimbulkan pertumpahan darah. Baik tentara Arab Saudi maupun jemaah haji Iran telah melakukan dosa besar karena mereka saling membunuh. Insiden berdarah ini mempunyai kesesuaian yang tinggi dengan peristiwa yang dijelaskan dalam hadits ini. Akan datang tangis peperangan di bulan Syawal dengan pecahnya perang, pembantaian, dan pembunuhan di bulan Dzulhijjah. Jamaah haji dijarah di bulan ini, jalan-jalan tidak dapat dilewati karena genangan darah, dan larangan agama dilanggar. Dosa besar telah dilakukan di sisi Rumah Penuh Berkah (Al Ka’bah). (Al-Muttaqi al-Hindi, Al-Burhan fi Alamat al-Mahdi Akhir al-zaman, hal. 37)

Hadits ini menarik perhatian kita pada insiden yang akan terjadi di dekat Ka’bah. Insiden selama tahun 1407 Hijriyah sebenarnya terjadi dekat Ka’bah, dan bukan di dalamnya, yang berbeda dengan peristiwa tahun 1400 Hijriyah. Kedua insiden ini terjadi tepat seperti yang dimaksudkan oleh hadits-hadits tersebut.

Terlihatnya api di Timur


Pada bulan Juli 1991, Irak melakukan invasi ke Kuwait, dan akibat dibakarnya sumur-sumur minyak Kuwait, Kuwait dan Teluk Persia diselimuti oleh nyala api.

Di bagian lain dari tanda-tanda munculnya Al Mahdi, buku Ikdidduerer menyatakan: ”Munculnya sebuah kebakaran besar yang terlihat di Timur hingga mencapai langit selama tiga malam. Terlihatnya warna merah yang besar tidak semerah warna fajar lazimnya, dan merebak di atas horison. (Al-Muttaqi al-Hindi, Al-Burhan fi Alamat al-Mahdi Akhir al-zaman, hal. 32)

Sebuah kebakaran besar akan terjadi di Timur selama 3 atau 7 hari dalam sebuah rentetan yang diikuti dengan kegelapan di langit dan warna kemerahan baru yang tidak seperti warna merah biasa yang menyebar di atas langit. Sebuah pernyataan akan didengar dalam sebuah bahasa yang dapat dipahami bumi. (Allamah Muhaqqiq Ash-Sharif Muhammad ibn 'Abd al-Rasul, Al-Isaatu li Asrat'is-saat, hal. 166)

Aku bersumpah bahwa sebuah api besar akan mengurungmu. Api itu sekarang dalam keadaan padam di lembah yang disebut Berehut. Api itu menelan orang-orang dengan rasa sakit yang pedih di dalamnya, membakarnya, dan menghancurkan jiwa dan harta, dan menyebar ke seluruh dunia dengan terbang seperti awan melalui bantuan angin. Panasnya di malam hari lebih tinggi daripada suhu siang hari. Dengan berjalan hingga sedalam pusat bumi dari kepala-kepala manusia, api itu menjadi sebuah keributan besar, tepat seperti kilat antara bumi dan langit, demikian beliau bersabda. (Mukhtasar Tazkirah Qurtubi)

Penjelasan singkat tentang api ini, sebuah tanda kedatangan Al Mahdi adalah sebagai berikut:Pada bulan Juli 1991, setelah invasi Irak ke Kuwait, sebuah kebakaran besar menyebar melintasi Kuwait dan Teluk Persia setelah pasukan Irak membakar sumur-sumur minyak Kuwait.

Selain itu, bagian pertama hadits ini mengatakan bahwa api itu berada ‘dalam keadaan padam.’ Oleh karena itu, api itu disebabkan oleh dibakarnya suatu zat yang mudah terbakar. Yang menunggu dalam keadaan padam bukanlah api itu sendiri, melainkan bahan yang akan dibakar oleh api tersebut.

Dalam hal ini, zat tersebut berarti minyak bumi di bawah tanah. Berehut adalah nama sebuah sumur – sebuah sumur minyak bumi. Ketika waktu itu datang, minyak bumi yang dikeluarkan dari sumur-sumur itu akan menjadi api yang siap untuk dibakar.

Sebuah tanda dari matahari

Dia (Al Mahdi) tidak akan datang, kecuali ada sebuah tanda muncul dari matahari. (Ibn Hajar al-Haythami, Al-Qawl al-Mukhtasar fi `Alamat al-Mahdi al-Muntazar, hal. 47)

Al Mahdi tidak akan datang, kecuali terbitnya matahari sebagai suatu pertanda. (Al-Muttaqi al-Hindi, Al-Burhan fi Alamat al-Mahdi Akhir al-zaman, hal. 33)


Isyarat dari matahari mungkin adalah ledakan besar yang terjadi di abad kedua puluh. Di sebelah kiri gambar pada sisi ini adalah sebuah citra matahari yang diambil pada tahun 1996. Citra di sebelah kanan diambil pada tahun 2000 dan menunjukkan tampilan terakhirnya setelah ledakan tersebut.

Ledakan besar yang terdeteksi di matahari selama abad kedua puluh dapat merupakan tanda ini.

Selain itu, pada tanggal 11 Agustus 1999, gerhana matahari adalah gerhana terakhir abad kedua puluh. Gerhana ini adalah gerhana pertama yang dapat dilihat oleh begitu banyak orang dan dapat dipelajari dalam jangka waktu yang begitu panjang.

Membangun Kembali Tempat-tempat yang Telah Hancur

Pembangunan kembali tempat-tempat yang hancur di dunia dan reruntuhan bangunan-bangunan adalah tanda dan petunjuk penting Hari Kiamat (Ismail Mutlu, K?yamet Alametleri, (Signs of the Last Day), Mutlu Publications, Istanbul, 1999, hal.138)


Reichstag (Parlemen Jerman) setelah penghancurannya pada tahun 1945. Gambar di bawah menunjukkan bangunan yang sama pada tahun 1999, setelah pembangunan kembali gedung tersebut. Banyak gedung tengah dibangun kembali dan dikembalikan ke penampilan sebelumnya dengan cara yang sama.

Berbagai hadits meriwayatkan bahwa Al Qur’an berbicara tentang Al Mahdi

Al Mahdi akan memerintah bumi, tepat seperti Dzulqarnain dan Sulaiman (Ibn Hajar al-Haythami, Al-Qawl al-Mukhtasar fi ‘Alamat al-Mahdi al-Muntazar, hal. 29)

Ashabul Kahfi akan menjadi para penolong Al Mahdi (Al-Muttaqi al-Hindi, Al-Burhan fi Alamat al-Mahdi Akhir al-zaman, hal. 59)

Jumlah penolong Al Mahdi akan sama banyaknya seperti orang yang melintasi sungai bersama Thalut (Al-Muttaqi al-Hindi, Al-Burhan fi Alamat al-Mahdi Akhir al-Zaman, hal. 57)

"... Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya, dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Qur’an), mereka itulah orang-orang yang beruntung."

(QS Al A’raf: 157)



SEPI LIKE-nya

BUDAYAKAN COMMENT & LIKE